MISTERI SURAT YUSUF
MISTERI
Untuk memenuhi tugas akhir mata kuliah Pendidikan Agama Islam
Dosen pengampu: Yusuf Hanafi
Oleh,
Ridwan Pratama Nur Hakiki (140141605916)
PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
Desember 2014
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah,
Segala puji bagi Allah SWT, berkat rahmat, taufik, hidayah serta karunia-Nya penulis
dapat menyelesaikan ringkasan buku yang berjudul “Misteri Surat Yusuf” oleh
Abdurrahman bin Nashir As-Sa’dy. Di mana penulis mencoba menerangkan serta
menguraikan point-point dalam pembahasan ini secara sekilas sesuai dengan
kemampuan yang penulis miliki.
Penulis
berharap dengan adanya ringkasan buku ini, semoga bermanfaat bagi diri penulis
pribadi dan bagi pembaca yang berkepentingan.
Akhirnya
penulis mengucapkan banyak terima kasih dan mohon maaf jika kiranya dalam ringkasan
buku tersebut terdapat kesalahan, maksud, dan penulisan. Penulis menyadari ringkasan
tersebut jauh dari sempurna dan penulis menerima kritik dan saran dari pembaca
sekalian.
Malang, 8 Desember 2014
Penulis
PENDAHULUAN
Kisah
yang telah diceritakan Allah dengan panjang lebar dalam kitab-Nya. Dimana ia
berfirman,
“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu
terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.” (Yusuf: 111)
Maksud
ibrah pada ayat ini adalah segala sesuatu yang bisa diambil pelajaran. Di
dalamnya terdapat makna dan hukum yang bermanfaa, arahan kebaikan dan memberi
peringatan dari kehancuran. Itulah inti dari kisah para nabi yang telah
dipaparkan dengan jelas dalam kitab-Nya.
Kisah
Nabi Yusuf ini telah dikhususkan oleh Allah di dalam firman-Nya. Ia berkata,
“Sesungguhnya
ada beberapa tanda-tanda kekuasaan Allah pada (kisah) Yusuf dan
saudara-saudaranya bagi orang-orang yang bertanya.” (Yusuf: 7)
Dalam
kisah tersebut termuat beragam tanda dan pengajaran bagi orang yang mau
bertanya serta menginginkan hidayah dan petunjuk-Nya. Terdapat pula sebuah
hikmah yang sangat berharga berupa pergantian (perpindahan) dari satu kondisi
pada kondisi yang lain. Dari satu ujian ke ujian yang lainnya. Dari kerendahan
dan kelemahan berubah menjadi kemulliaan dan kekuasaan. Dari perpecahan dan
kekacauan, beralih kepada persatuan dan teraihnya tujuan. Sebuah kisah tentang
terjadinya perubahan kondisi penuh kesedihan dan kesusahan,kemudian hilang dan
berubah menjadi sebuah kebahagiaan dan suka cita. Sebuah kesuburan berubah
menjadi kemarau berkepanjangan, dan kembali kepada kesuburan setelah berlalu
kegersangan. Pelajaran penting tentang berlalunya masa-masa sempit menuju
keadaan lapang. Serta masih banyak lagi pelajaran yang yang bisa kita petik
dalam kisah yang agung ini. Mahasuci Alllah yang telah mengisahkan, menerangkan
serta menjelaskan kisah tersebut pada hamba-hamba-Nya.
PASAL
PERTAMA
Dua
pemuda yang menjadi teman Nabi Yusuf dalam penjara bermimpi, salah satunya
berkata,
"Sesungguhnya
aku bermimpi, bahwa aku memeras anggur". Dan yang lainnya berkata:
"Sesungguhnya aku bermimpi, bahwa aku membawa roti di atas kepalaku, sebagiannya
dimakan burung.” (Yusuf: 36)
Keduanya
meminta Nabi Yusuf untuk menafsirkan mimpi tersebut. Pemuda yang meminum khamr
dikatakan oleh Yusuf akan keluar dari penjara dan menempati kedudukannya
kembali serta berkhidmat kepada tuannya. Sang pemuda memeras khamr untuk
disuguhkan kepada tuaanya. Sedangkan pemuda lainnya ditafsirkan yusuf akan
dibunuh dan disalib sampai burung-burung memakan sebagian kepalanya.
Beliau
mendakwahi kedua pemuda tersebut kepada Allah dengan dua perkara:
Pertama, dengan keadaan
diri dan karakter indah beliau ynag menyampaikannya pada keadaan mulia ini.
Nabi Yusuf berkata,
“Yusuf
berkata: "Tidak disampaikan kepada kamu berdua makanan yang akan diberikan
kepadamu melainkan aku telah dapat menerangkan jenis makanan itu, sebelum
makanan itu sampai kepadamu. Yang demikian itu adalah sebagian dari apa yang
diajarkan kepadaku oleh Tuhanku. Sesungguhnya aku telah meninggalkan agama
orang-orang yang tidak beriman kepada Allah, sedang mereka ingkar kepada hari
kemudian.. Dan aku pengikut agama bapak-bapakku yaitu Ibrahim, Ishak dan
Ya'qub. Tiadalah patut bagi kami (para Nabi) mempersekutukan sesuatu apapun
dengan Allah. Yang demikian itu adalah dari karunia Allah kepada kami dan
kepada manusia (seluruhnya); tetapi kebanyakan manusia tidak mensyukuri (Nya).”
(Yusuf: 37-38)
Kedua,
mendakwahi keduanya kepada petunjuk yang hakiki sesuai fitrah. Nabi Yusuf
berkata seperti dikisahkan Allah dalam firman-Nya,
“Hai
kedua temanku dalam penjara, manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam
itu ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa?. Kamu tidak menyembah yang
selain Allah kecuali hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu
membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun tentang nama-nama
itu. Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu
tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia
tidak mengetahui". (Yusuf: 39-40)
PASAL KEDUA
Nabi
Yusuf juga menafsirkan mimpi sang raja yang mengaku melihat tujuh ekor sapi
gemuk betina dimakan oleh tujuh ekor sapi kurus betina dalam mimpinya. Ia juga
melihat tujuh bulir gandum yang hijau digantikan tujuh bulir gandum yang kering
dan kurus.
"Yusuf,
hai orang yang amat dipercaya, terangkanlah kepada kami tentang tujuh ekor sapi
betina yang gemuk-gemuk yang dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang
kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan (tujuh) lainnya yang kering
agar aku kembali kepada orang-orang itu, agar mereka mengetahuinya".
(Yusuf: 46)
NabiYusuf
pun menafsirkan mimpi sang raja bahkan memberikan saran berupa aktivitas dan
manajemen kenegaraan yang baik. Nabi Yusuf mengatakan bahwa tujuh sapi betina
gemuk dan tujuh bulir gandum hijau adalah tahun-tahun kelapangan dan kesuburan
yang akan dialami oleh negara tersebut. Sedangkan, sapi betina kurus dan bulir
kering adalah musim kemarau yang akan datang setelahnya.
Mengenai
penafsiran tentang sapi-sapi dan bulir-bulir, dapat dilihat dari dua sisi:
Pertama, sapi adalah
hewan yang biasa digunakan untuk mengolah tanah. Pertanian, tanaman-tanaman,
serta yang terkait dengannya, mengikuti tahun kesuburan dan paceklik.
Kedua, sapi dari mawasyi yang
gemuk dan kurus juga mengikuti tahun-tahun tersebut. Apabila tanah pertanian
subur maka sapi pun akan menjadi gemuk. Sebaliknya apabila paceklik tiba maka
sapi pun akan menjadi kurus. Demikian halnya dengan bulir gandum. Subur
tanamannya sempurna dan tumbuh dengan banyaknya air di tahun yang subur dan
akan menjadi kecil dan kering ketika terjadi musim paceklik.
PASAL KETIGA
Diantara
faedah kisah ini adalah memberikan penjelasan kepada manusia agar berlaku adil
terhadap anak-anaknya. Apabila orang tua lebih mencintai salah satu dari
mereka, maka hendaknya dia berusaha menyembunyikannya semampu mungkin. Kemudian
tidak melebihkannya sebagai ungkapan cinta dengan mendahulukan sesuatu dari
berbagai perkara. Karena hal itu lebih membawa kebaikan pada anak-anaknya,
bakti pada orang tua dan kerukunan diantara mereka.
Jelas
terlihat bahwa faktor penyebab yang mendorong saudara Nabi Yusuf memisahkannya
dengan bapaknya adalah sikap pilih kasih Nabi Yakub.
(Yaitu)
ketika mereka berkata: "Sesungguhnya Yusuf dan saudara kandungnya
(Bunyamin) lebih dicintai oleh ayah kita dari pada kita sendiri, padahal kita
(ini) adalah satu golongan (yang kuat). Sesungguhnya ayah kita adalah dalam
kekeliruan yang nyata. Bunuhlah Yusuf atau buanglah dia kesuatu daerah
(yang tak dikenal) supaya perhatian ayahmu tertumpah kepadamu saja, dan sesudah
itu hendaklah kamu menjadi orang-orang yang baik". (Yusuf: 8-9)
PASAL KEEMPAT
Termasuk
faedah dari kisah Nabi Yusuf, yakni bahwa keikhlasan kepada Allah merupakan
sebab terbesar untuk meraih segala kebaikan dan menolak segala kejelekan.
Sebagaimana firman Allah,
“Demikianlah,
agar Kami memalingkan dari padanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf
itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.” (Yusuf: 24)
Siapa yang
ikhlas kepada Allah, maka Allah akan memilihnya dan melepaskan serta menjaganya
dari segala kejelekan dan kekejian. Dalam kisah ini juga ditunjukkan tentang
harusnya menunjukkan bukti-bukti untuk menunjukkan sebuah perbuatan. Hal itu
ditunjukkan ketika istri Al-Aziz menuduh bahwa Nabi Yusuf menggodanya. Ia
mengatakan, “Dialah yang menggodaku.” Maka datanglah seorang saksi dari
keluarga istri Al-Aziz agar hakim dapat menghukumi dengan hukum yang jelas.
Ditunjukkanlah perihal baju Nabi Yusuf yang robek,
"Jika
baju gamisnya koyak di muka, maka wanita itu benar dan Yusuf termasuk
orang-orang yang dusta. Dan jika baju gamisnya koyak di belakang, maka wanita
itulah yang dusta, dan Yusuf termasuk orang-orang yang benar".
(Yusuf:
26-27)
Salah
satu faedah dari kejadian ini adalah hendaknya seorang hamba menjauhi
sebab-sebab fitnah dan berusaha berlari darinya. Karena sesungguhnya keinginan,
nafsu dan selainnya apabila ditundukkan oleh seorang hamba kemudian
mendahulukan rasa takut dan keimanan pada Allah, maka hal ini adalah sebuah
kesempurnaan.
Disebutkan pula
dalam kisah ini apa yang ada pada Nabi Yusuf yakni keindahan lahiriah sehingga
hal itu membuat kecintaan yang dalam pada diri istri Al-Aziz. Demikian pula
ketika para wanita melihat wajah Yusuf yang rupawan tanpa sadar mereka mengiris
jari mereka sendiri karena takjub dan berkata,
"Maha
sempurna Allah, ini bukanlah manusia. Sesungguhnya ini tidak lain hanyalah
malaikat yang mulia". (Yusuf: 31)
Selain
itu pula, Yusuf memiliki batin yang indah, yaitu rasa iffah, ikhlas yang
sempurna dan penjagaan terhadap kehormatan diri. Diantara faedahnya juga,
hendaknya seorang hamba kembali kepada Allah ketika takut terjerumus dalam
fitnah maksiat dan dosa-dosa. Kemudian bersabar dan sungguh-sungguh untuk
menjauh darinya.
PASAL KELIMA
Pada
bagian ini dijelaskan keutamaan iman yang sempurna, keyakinan, ketenangan
dengan berdzikir pada-Nya. Ketika Nabi Yusuf disifati dengan hal ini, maka
wajib baginya untuk istiqomah dalam setiap perkara dan menyibukkan diri dengan
hal-hal yang muncul terkait dengannya. Ia selalu tenang, percaya diri dan tidak
goncang dalam menghadapi setiap masalah, walau berjauhan dengan orang tua dan
orang-orang yang dicintainya. Padahal dirinya selalu diliputi dengan kerinduan
dan kecintaan yang mendalam, khususnya pada Nabi Yakub, bapaknya. Namun itulah
hikmah Allah bahwa pertemuan terjadi saat dimana kesulitan teramat besar dan
mencekam. Maka Allah pun memberikan pertolongan padanya dan menguatkan beliau
dengan ruh dari-Nya. Ini semua adalah buah dari keimanan.
PASAL KEENAM
Setelah
Nabi Yusuf menafsirkan mimpi sang raja kemudian raja berkata,
"Sesungguhnya
kamu (mulai) hari ini menjadi seorang yang berkedudukan tinggi lagi dipercayai
pada sisi kami". (Yusuf: 54)
Perkara
ini merupakan kedudukan yang tinggi, yaitu dipercaya mengatur permasalahan
kerajaan. Tanggung jawab ini diserahkan langsung kepada Nabi Yusuf karena
amanah, kapabilitas, dan kepercayaan yang tinggi pada beliau. Sang rajalah yang
memberikan kepercayaan dan menyerahkan urusan kenegaraan padannya. Dan Nabi
Yusuflah yang mengusulkan agar ditunjuk sebagai bendaharawan, penyimpan dan
pengatur di kerajaan demi tercapainya maslahat yang umum. Untuk itu dia
berkata,
"Jadikanlah
aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga,
lagi berpengetahuan". (Yusuf: 55)
Kemudian
faedah lain yang bisa diambil adalah keutamaan ketaqwaan dan kasabaran.
Sesungguhnya setiap kebaikan di dunia dan diakhirat merupakan pengaruh dari
keduanya. Dan akibat yang akan didapat oleh pemiliknya adalah sebaik-baik
kesudahan.
“Sesungguhnya
barang siapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak
menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik" (Yusuf; 90)
Seorang
hamba harus selalu ingat pada-Nya, baik dalam keadaan lapang dan bahagia maupun
keadaan sedih dan sempit. Hal itu dimaksudkan agar mereka semakin bersyukur dan
selalu memuji-Nya.
PASAL KETUJUH
Allah
berfirman,
“karena
sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang
diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha
Penyanyang.” (Yusuf: 53)
Ayat
ini menunjukkan bahwa nafsu mempunyai sifat yang jahat. Tidak ada orang yang
bisa lepas dari sifat ini kecuali yang mendapat rahmat dan pertolongan Allah.
Sungguh nafsu adalah lalim dan jahil, kedua sifat ini tidak mendatangkan
sesuatu kecuali keburukan.
Jika
Allah merahmati seorang hamba dan menganugrahi ilmu yang bermanfaat kemudian ia
menempuh jalan keadilan dalam akhlak dan amalnya, maka nafsu akan terbebas dari
sifat jelek tersebut. Sehingga nafsu menjadi tenang dalam mentaati dan
mengingat-Nya. Nafsupun akhirnya mengajak pemiliknya untuk melakukan kebaikan.
Keutamaan dan pahala dari Allah akan teraih.
“Hai
jiwa yang tenang, Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi
diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam
surga-Ku.” (Al-Fajr: 27-30)
Setiap
hamba wajib berusaha memperbaiki jiwanya dan membuang sifat tercela yang selalu
mengajak pada keburukan. Hal itu mesti dilakukan dengan sungguh-sungguh dan
membiasakan berakhlak baik. Tak lupa selalu diiringi dengan meminta kepada
Allah agar diberi kemampuan untuk melakukan secara kontinyu. Diperbanyak
melantunkan doa yang ma’tsur (Warisan Rosulullah).
PASAL DELAPAN
Dari
kisah ini terdapat faedah yang menunjukkan bahwa berdebat merupakan salah satu
metode yang bermanffat dalam menghadapkan kebenaran dan kebatilan. Hal itu
dikarenakan pada kebenaran terdapat kebaikan manfaat, baik saat ini maupun
nanti. Sementara dalam kebatilan terdapat hal yang berlawanan dengan hal
tersebut.
Nabi
Yusuf mengingat bahwa kesyirikan penuh dengan kejelekan dan keburukan. Selain
itu hal tersebut juga mengikuti praduga yang sesat. Tidak bisa memberi manfaat
dan mudhorot, baik untuk diri mereka maupun para penyembahnya. Ia juga tidak
mampu menghidupkan dan mematikan, membangkitkan.
Disebutkan
pula tentang wajibnya mengakui nikmat-nikmat Allah, baik yang bersifat duniawi
dan diniyah. Termasuk faedah lain yang bisa dipetik adalah kebaikan dalam beribadah kepada Allah dan
kebaikan kepada hamba menjadi sebab teraihnya ilmu dan kebaikan dunia akhirat.
“Kami
melimpahkan rahmat Kami kepada siapa yang Kami kehendaki dan Kami tidak
menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik. Dan sesungguhnya pahala di
akhirat itu lebih baik, bagi orang-orang yang beriman dan selalu bertakwa.”
(Yusuf: 56-57)
PASAL SEMBILAN
Mungkin
adayang heran mengapa sampai keberadaan Nabi Yusuf tidak diketahui Nabi Yakub
sampai waktu yang lama, padahal jarak keduanya tidak jauh. Beliau sangat
menanti-nanti dan yakin anaknya masih hidup. Keinginannya bertemu anaknya
begitu kuat.
Jawabannya
adalah hal tersebut tidaklah aneh bagi kehendak Allah. Semua sebab, sekuat
apapun, tidaklah lepas ddari ketentuan dan takdir Allah. Allah menghendaki
pertemuan tersebut terjadi pada waktu yang telah ditetapkan dan kondisi yang
dia kehendaki. Ada hikmah yang agung terkandung didalamnya.
PASAL KESEPULUH
Allah
taala menciptakan kisah Nabi Yakub tentang kelakuan anak-anaknya terhadap Yusuf
diawal-awal kejadian,
"Sebenarnya
dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu; maka
kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Dan Allah sajalah yang dimohon
pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan".(Yusuf: 18)
Ayat
ini menunjukkan bahwa orang-orang yang dipilih allah bila mengalami kesusahan
dan musibah dihadapinya sejak awal dengan sabar dan memohon pertolongan-Nya.
Ketika ujiannya telah sampai pada titik klimaks diterimanya dengan sabar dan
semangat dan menharap jalan keluar. Karena itu allah pun memberi taufik pada
mereka untuk selalu beribadah dan meminta kepada-Nya dalam suka maupun duka.
Ketika ujian telah hilang mereka menyambutnya dengan rasa syukur dan pujian
kepada Allah. Mereka semakin menyakini kebaikan allah. Hal ini ditunjukkan oleh
perkataan nabi Yusuf,
"Wahai
ayahku inilah ta'bir mimpiku yang dahulu itu; sesungguhnya Tuhanku telah
menjadikannya suatu kenyataan. Dan sesungguhnya Tuhanku telah berbuat baik
kepadaku, ketika Dia membebaskan aku dari rumah penjara dan ketika membawa kamu
dari dusun padang pasir, setelah syaitan merusakkan (hubungan) antaraku dan
saudara-saudaraku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Lembut terhadap apa yang Dia
kehendaki. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”
Ayat
ini menunjukkan bahwa seseorang tidak akan memikul dosa orang lain. Didalamnya
juga terdapat sebuah pelajaran yang berharga, bahwa sesuatu dianggap sebagai
kebijakan bila tidak mengandung perbuatan yang haram atau meninggalkan
kewajiban. Karena itulah Nabi Yusuf menolak ketika saudara-saudaranya
memintanya berbuat baik dengan membiarkan saudaranya (benyamin) kembali kepada
ayahnya dengan diganti salah satu dari mereka. Termasuk faedah dari kisah ini
bahwa ayat-ayat Allah akan memberikan manfaat pada pencari petunjuk yang ingin
mengenal dan mengetahui kebenaran.
PASAL SEBELAS
Nabi
Yakub tetap tidak percaya tatkala anak-anaknya berkata, “Serigala telah
memangsa Yusuf”. Betapapun anak-anaknya berusaha menyertakan bukti yang
mendukung perkataanya. Sesuatu yang telah diketahui kebenarannya tidak mungkin
dikalahkan oleh keraguan dan khayalan. Sesungguhnya nabi Yakub beserta
takwilnya yang menggambarkan anaknya itu. Semuanya merupakan kesempurnaan
nikmat yang akan diraih oleh Yusuf dan keluarga Yakub. Dalam kisah ini terdapat
sebuah pelajaran bahwa tidak selayaknya seseorang tertipu hanya karna bentuk
tanda-tanda. Oleh karena itu, orang yang cerdas selalu menilik berbagai
kemungkinan dalam pemikirannya dan selalu melihat seluruh perkara dari berbagai
sisi dan sudut pandang.
PASAL KEDUA BELAS
Allah
menceritakan kisah menakjubkan ini secara terinci, dia berfirman di akhir
kisah,
“Sesungguhnya
pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai
akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan
(kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai
petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.” (Yusuf: 111)
Allah
meniadakan kedustaan dan kesalahan Al-quran dalam segala sisi. Dia menyifatkan
Al-Quran dengan tiga karakter, setiap karakter menunjukkan betapa Al-Quran hanya
berasal dari sisi Allah, didalamnya hanya ada kebenaran. Tiada keraguan
didapati di dalamnya.
Sifat
Pertama, Al-Quran membenarkan kitab-kitab yang
telah diturunkan sebelumnya dan perkataan rosul-rosulnya. Sebagaimana firman
Allah,
“Sebenarnya
dia (Muhammad) telah datang membawa kebenaran dan membenarkan rasul-rasul
(sebelumnya).” (Ash-Shaffat; 37)
Sifat Kedua,
Al-Quran menerangkan berbagai masalah secara rinci. Meliputi berbagai hal yang
dibutuhkan mahluk, baik tentang akidah, akhlak maupun amalan-amalan lahir
batin. Tentang dunia dan akhirat, masalah tauhid, risalah, dan pembalasan,
serta akidah yang terpercaya dan shahih. Begitu rinci ulasan Al-Quran, tidak
ada kitab manapun yang menyamainya.
Sifat Ketiga, Al-Quran
adalah petunjuk dan rahmat bagi orang-orang beriman. Dengannya Allah memberi
petunjuk pada orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya berupa jalan-jalan
keselamatan. Kebahagiaan dunia dan akhirat tergantung pada ketundukan kepada
Al-Quran baik secara keilmuan maupun amalan. Bagi kaum mukmin Al-Quran adalah
petunjuk dan rahmat.
MEA DAN MACAN ASIA
Oleh :
M.Ilham NurHakim
(Program Studi S-1 Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Negeri Malang)
Perdagangan
bebas merupakan sebuah tatanan konsep ekonomi yang mengacu pada penjualan
produk antar negara tanpa pajak ekspor impor ataupun hambatan perdagangan. Kurun waktu dekat ini masyarakat
Indonesia digemparkan dengan berita pasar bebas terutama Asia Tenggara yang
sedang hangat-hangatnya dibicarakan. Akan tetapi, dengan datangnya pasar bebas
atau bisa dakatakan Masyarakat
Ekonomi Asean (MEA) masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mengetahui apa
itu MEA? Apalagi masyarakat yang didominasi wilayah pedesaan dan masyarakat
menengah ke bawah.
Kurangnya peran pemerintah dalam memberikan
informasi tentang adanya Masyarakat
Ekonomi Asean kepada masyarakat menyebabkan masyarakat menjadi gagap menyambut
kedatangan MEA. Hal ini dibuktikan dengan kurangnya publikasi pemerintah di media
cetak maupun media elektronik. Hanya sekolompok orang tertentu yang mengetahui
akan adanya MEA. Inilah yang membuat persiapan menyambut kedatangan MEA dapat
terhambat karena publikasi yang kurang menyeluruh.
Seharusnya kita perlu mengetahui apa dan seperti apa
Masyarakat Ekonomi Asean itu? MEA merupakan salah satu bentuk kerjasama dari himpunan
negara-negara di kawasan Asia Tenggara yang tergabung dalam Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) yang didirikan pertama kali oleh empat negara
yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina dan Thailand yang bertujuan untuk menjaga
kerja sama dalam bidang ekonomi, sosial dan pertahanan nasional demi mewujudkan
negara yang terintergrasi di kawasan Asia Tenggara. Pada
kesempatan itu kesepakatan deklarasi Association of Southeast Asian Nations
(ASEAN) yang menandatangani perjanjian tersebut adalah mentri luar negeri,
bapak Adam Malik perwakilan Indonesia. Bentuk kerjasamanya mengenai kesepakatan
membentuk rencana jangka panjang di kalangan komunitas
ASEAN 2015 yang terdiri dari
tiga pilar, yaitu ASEAN Economic Community (AEC atau Masyarakat Ekonomi
ASEAN-MEA), ASEAN Security Community (ASC) dan ASEAN Sociao-cultural
Community (ASCC). Ketiga pilar tersebut saling berkaitan satu sama lain untuk
mencapai perdamaian yang berkelanjutan sebagai stabilitas serta pemerataan
kesejahteraan di kawasan Asia Tenggara.
Kesepakatan MEA itu sendiri di sepakati pada Konferensi
Tingkat Tinggi (KTT) ke 3 di Bali Concord
II Indonesia tahun 2013, salah satu hasilnya adalah mulai 2015 ASEAN akan
menjadi suatu pasar tunggal dan basis produksi. Seperti terciptanya aliran
bebas barang, jasa dan tenaga kerja terlatih serta aliran investasi yang
semakin berkembang sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri
serta menambah pendapatan perkapita negara demi terwujudnya ekonomi yang berkembang.[1]
Tentunya ini sebagai tantangan bagi negara berkembang seperti Indonesia ?
Mengingat perkembangan zaman yang semakin hari semakin maju.
Seharusnya hal seperti ini, akan
menjadi peluang besar bagi setiap negara yang sudah memiliki persiapan yang
matang dan siap menghadapinya. Akan tetapi, dilain pihak dapat menjadi bumerang
balik bagi negara yang kurang mempersiapkan diri. Bayangkan saja jika produk
dari negara-negara ASEAN menyerbu pasar Indonesia karena produk lokal yang
kalah bersaing dengan produk luar yang mungkin akan jauh lebih murah. Salah
satunya seperti produk minuman cokelat asal Malaysia yang gampang ditemukan di
Daerah Nunukan Kalimantan Timur.
Makanan dan minuman dari
negeri Jiran, membanjiri toko-toko kelontong,
minimarket dan pasar di wilayah perbatasan antara Indonesia dan
Malaysia. Negara tetangga itu belakangan ini menjadi eksportir utama produk
makanan dan minuman. Produk-produk dari Malaysia itu membanjiri pasar Indonesia
sejak berlakunya kesepakatan ASEAN Trade
in Goods Agreement (ATIGA).[2]
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo)
Sofian Wanandi, mengatakan bahwa pemerintah
juga perlu memikirkan bidang apa yang menjadi andalan Indonesia, sektor mana
saja yang mampu kita kelola untuk menghadapi MEA. Jika kita membayangkan MEA
2015 bisa berjalan, tidak menutup kemungkinan penjual Bakso, Sate bisa dari
Filipina. Maka dari itu perlunya pemerintah untuk membantu mempersiapakan
masyarakat Indonesia dalam menyongsong MEA
untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan dan merata serta
mendukung ketahanan individu negara di kawasan ASEAN.[3]
Tetapi permasalahanya negara kita belum mempunyai cukup persiapan untuk
menghadapi MEA seolah-olah masih
santai dan tidak mempermasalahkan akan kedatanggan MEA, kebanyakan masih menganggap
biasa saja dalam menyambut euphoria pasar
bebas padahal inilah kesempatan kita untuk menunjukan jati diri bangsa lewat
barang lokal tapi kenyataanya nihil. Masyarakat kita masih banyak yang
mengantungkan produksi barang dari luar negeri.
Sungguh Ironi! memang Indonesia yang digadang-gadang menjadi
“macan Asia” yang seakan masih tidur pulas dimanja-manja oleh negara lain, seperti
tidak masuk akal Negara Indonesia yang mayoritas mempunyai populasi penduduk terbesar
di Asia Tenggara sekitar 237 juta jiwa mengalahkan negara-negara Asia lain. Akan tetapi,
kenyataanya tidak ada sumbangsih secara maksimal dalam aspek partisipasi untuk
negara.
Saat ini, Indonesia memang
dirasa masih kurang dan tertinggal dibanding negara ASEAN lainnya memang sangat
mengkhawatirkan. Pasalnya tingkat pendapatan, Indonesia masih berada di bawah negara
seperti Singapura, Malaysia dan Thailand. Kurangnya sumber daya manusia yang
berkualitas ini dapat dilihat dari Produk Domestik Bruto PDB pendapatan perkapita
di negara-negara ASEAN, dan Indonesia menempati peringkat ke 6 di mana posisi
pertama diraih oleh Brunai Darussalam dengan PDB per kapita sebesar US$ 92,3
ribu, Singapura dengan PDB perkapita sebesar US$ 92,0 ribu, Malaysia dengan PDB
perkapita sebesar US$ 33,3 ribu, Thailand dengan PDB perkapita sebesar 15,4
ribu, Indonesia dengan PDB per kapita sebesar US$ 9,5 ribu, Filipina dengan PDB
per kapita sebesar US$ 9,2 ribu, Vietnam dengan PDB per kapita sebesar US$ 5,5
ribu, Laos dengan PDB per kapita sebesar US$ 5,0 ribu, Kamboja dengan PDB per
kapita sebesar US$ 3,6 ribu, dan Burma dengan PDB perkapita sebesar US$ 3,4
ribu.[4]
Kita dapat melihat hasil nyatanya bahwa Indonesia masih tertinggal dari
negara-negara Asia. Hal ini jelas tidak berbanding lurus dengan populasi
penduduk di negeri ini, dengan tersedianya sumber daya alam yang melimpah.
Data di atas menjadi bukti bahwa Indonesia masih banyak
kekurangan partisipasi serta kepedulian terutama dalam meningkatkan pendapatan
ekonomi yang seharusnya dapat mendominasi pasar bebas ASEAN. Akan tetapi,
kenyataanya tidak sesuai di lapangan melihat hal tersebut sudah sewajarnya pemerintah
peka akan permasalahan seperti ini karena bila diteruskan berlarut-larut sektor
perekonomian di Indonesia akan dipastikan gulung tikar serta dikuasai oleh
pihak asing dan akan menambah permasalahan utamanya adalah pengganguran. Jika kondisi
tersebut tidak segara ditanggapi secara serius oleh pemerintah, rasanya
mimpi untuk menjadi macan Asia harus di
kubur dalam-dalam, dan di lupakan.
Negara Indonesia di ibaratkan bagai telur di ujung
tanduk, seakan-akan sudah di ambang ke khawatiran menghadapi MEA karena
kurangnya persiapan yang benar-benar matang untuk menghadapinya, kesigapan
pemerintah akan dituntut untuk menangani datangnya Masyarakat Ekonomi Asean.
Oleh karena itu, kita perlu mencari solusi dan taktik yang terbaik, supaya Indonesia
tidak gagap dalam menghadapi pasar bebas tersebut dan dapat menyelesaikanya,
sehingga terwujud cita-cita bersama menjadi macan Asia yang memegang kendali
perekonomian utamanya di Asia Tenggara.
Lalu, bagaimana peran pemerintah dan masyarakat dalam membangun
bangsa menghadapi MEA? Pemerintah yang mencanangkan revolusi mental bagi
masyarakat masih belum terealisasi secara menyeluruh. Akan tetapi, pemerintah sudah
mengupayakan pemberantasan kemiskinan, penanggulangan ketimpangan pendapatan,
penyedian lapangan kerja yang lebih baik, peningkatan standart kesehatan, dan yang
terpenting adalah bagaimana dapat meningkatkan mutu kualitas perekonomian.
Jika dilihat dari
kinerja pemerintah saat ini berkaitan dengan ekonomi, pemerintah memang sudah
mengupayakan agar pembangunan ekonomi dari berbagai sektor agar dapat terwujud yaitu
upaya pemberian modal, pelatihan skill dan
ekspor impor. Pertama, upaya pemberian modal yang diberikan pemerintah kepada
masyarakat untuk dijadikan barang produktif berupa modal keuangan, modal jasa,
modal produksi atau peralatan-peralatan produksi mesin.
Seperti kunjungan bapak presiden baru-baru ini, telah membagikan 1.000 unit traktor
ke seluruh petani di Provinsi Jawa Barat. Pembagian traktor itu dilakukan di Kecamatan
Compreng, Subang. Dalam kesempatan tersebut bapak Jokowi mengatakan bahwa pembagian
traktor ini bukan tanpa maksud. Bapak Jokowi meminta kepada seluruh petani di
Jawa Barat untuk menambah produksi beras sebesar 2 juta ton pada tahun 2015 ini.[5]
Sebenarnya, ini langkah yang sangat
progresif dari pemerintah untuk meningkatkan produksi beras di Indonesia. Akan
tetapi, perlu dicermati apakah dengan membagikan 1.000 unit traktor akan
menambah kinerja dari kalangan petani, serta apakah memang harus 1.000 unit
untuk diserahkan ke petani di Jawa Barat, karena kota yang lain juga memerlukan
sumbangan modal dari pemerintah, mungkin dari sini pemerintah harus turun
langsung untuk mengetahui bagaimana permasalahan yang ada dilapangan terlebih
dahulu serta pemerintah mengupayakan untuk menyesuaikan kebutuhan dari wilayah
yang membutuhkan bantuan modal.
Upaya kedua yang dilakukan pemerintah adalah upaya
pelatihan skill pemberian pelatihan
kepada masyarakat untuk berwirausaha supaya dapat bekerja dan mengelola
usahanya. Pemerintah juga harus memberikan pelatihan yang berkaitan dengan
managarial, organization dan pengenalan teknologi modern agar dapat mengikuti cepatnya
dunia kemajuan modern dalam kegiatan ekonomi.
Tetapi faktanya lingkungan alam di sekitar kita memang kurang
dikelola secara maksimal. Bahkan negara kita dijuluki negeri kolam susu, akan tetapi
masih sulit dalam mengelola Sumber Daya Alam (SDA). Lalu, mengapa SDA yang
melimpah tapi tak dapat dikelola? Kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang
berkualitas dari segi pengelolaan inilah yang menjadi permasalahan, masyarakat
yang kurang kreatif akan mendorong pengelolaan dalam SDA kurang maksimal.
Sebenarnya pemerintah sudah mengupayakan agar membentuk SDM
yang berkualitas dengan pelatihan (training)
supaya masyarakat dapat berkembang. Seperti yang
tercantum secara resmi di Peraturan Pemerintah (PP) No 31 tahun 2006 terkait
Sistem Pelatihan Kerja Nasional (SPKN). Dalam hal ini, tertulis bahwa pelatihan
kerja atau training merupakan kegiatan
meningkatkan, serta mengembangkan kompetensi setiap individu dalam bekerja.
Tetapi apakah pelatihan training seperti
ini dapat mengatasi problem mengingat
MEA yang semakin dekat? Dan belum ada persiapan.
Sebetulnya masih ada waktu untuk
meningkatkan kompetensi SDM dalam menghadapi persaingan apalagi pada sektor tenaga
kerja pada saat memasuki Masyarakat Ekonomi Asean. Di antaranya melalui
pelatihan intensif di balai-balai
latihan kerja pengabdian masyarakat dan pengembangan bisnis.
Sudah saatnya peran balai latihan
kerja ditingkatkan, menyiapkan tenaga kerja terampil dan punya kompetensi,
sehingga kekurangan SDM yang kurang siap memasuki pasar tunggal ASEAN nanti
dapat diatasi.[6] Perlunya
penjaringan pelatihan skill yang menyeluruh
oleh pemerintah akan bermanfaat untuk mendukung meningkatnya
kualitas SDM, apalagi jika didukung teknologi terbaru pastinya akan memunculkan
produk yang bermutu bagus supaya dapat bersaing di strata Internasional inilah
yang akan menjadikan SDM dapat berkembang dan dapat mewujudkan tenaga kerja
yang terampil, cekatan dan mengikuti
roda pekembangan zaman modern.
Kemudian upaya selanjutnya yaitu adalah ekspor dan impor.
Merupakan suatu kegiatan menjual barang atau jasa ke negara lain, barang yang
diproduksi dan keluar negeri akan meningkatkan pendapatan PDB. Dengan kata
lain, ekspor mempengaruhi efek pendapatan suatu negara. Terutama pendapatan
nasional akan bertambah dengan adanya ekspor ini memberikan lajur perekonomian
suatu negera. Sedangkan impor kegiatan membeli barang atau jasa dari negara lain
disebut dengan kegiatan mendatangkan barang dari luar negara.
Globalisai saat ini memang sudah
merambah kedunia perekonomian akibatnya hasil dari negara sendiri seakan tidak
di hargai, merek-merek dari eropa banyak di gandrungi anak muda jaman sekarang
yang mengagung-agungkan gengsi serta kemewahan yang lupa akan kreatifitas hasil
produk bangsa sendiri, akhrinya tumbuhlah julukan negara konsumerisme karena banyak sekali masyarakat Indonesia yang suka
barang dari luar negeri dari pada produk lokal, ini lah persoalan kita produk
dari dalam negeri saja, kurang diminati oleh masyarakat sendiri, lebih-lebih
suka membeli dari pada memproduksi hasil sendiri.
Inilah yang harus dipecahkan
pemerintah yang sejatinya segera memberi tindakan apalagi Indonesia sangatlah
berpotensi untuk memproduksi barang, tinggal bagaimana pemasaran produk-produk
dari Indonesia dapat dinimkati di luar negeri. Apa
lagi jelang Masyarakat Ekonomi Asean 2015, pemerintah harus terus menggenjot pertumbuhan ekspor
produk dalam negeri ke negara-negara di kawasan Asia Tenggara serta memberi
kebijakan Perundang-undangan (UUD) agar impor barang yang masuk bisa di tekan
seminimal mungkin dan meningkatkan ekspor ke luar negeri agar mempermudah
jalanya perekonomian.
Seperti akhir-akhir
ini peningkatan penjualan barang konsumsi Indonesia ke Filipina yang tumbuh
cukup pesat ini adalah langkah bagus untuk mengembangkan produksi barang asal
Indonesia. Produk barang yang di ekspor antara lain furnitur, donat, kecap,
minyak goreng, bumbu, dan mie instan yang banyak di gandrungi warga Manila Filipina,
maka dari itu pemerintah harus mengenjot ekspor ke filipina.[7]
Serta mempermudah perizinan keluarnya barang asal Indonesia untuk pergi keluar
negeri karena inilah peluang potensial hasil produksi lokal dapat go internasional. Akan tetapi apakah barang produksi lokal
kita dapat meningkatkan daya minat asing bukan hanya filipina yang membeli
produk asal Indonesia.
Tabel. 1.1 Ekspor impor migas dan non migas
Indonesia 2014
Ekspor impor memang memainkan peran utama
dalam menentukan laju pertumbuhan sebuah negara, cepat lambatnya laju
pertumbuhan ekonomi sangat di pengaruhi. Akan tetapi, jangan terlalu pesimis
terhadapat produk lokal, seperti tahun kemarin ekspor
impor mempunyai peran yang cukup besar terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
Diharapkan pada saat menghadapi MEA ekspor dalam negeri dapat meningkat. Maka
dari itu jaringan Internasional serta kebijakan hukum sangatlah penting agar
barang-barang dari Indonesia dapat di sebar luaskan ke luar negeri.
Peran
masyarakat sangatlah penting dalam kegiatan ekonomi karena yang menjadi kunci
utama dari perekonomian suatu negara adalah dari segala usaha perekonomian
masyarakat itu sendiri. Masyarakatlah yang berpengaruh paling besar terhadap perekonomian
bila masyarakat aktif akan dunia perindustrian serta perekonomian pasti di suatu
negara tersebut akan berkembang lebih maju. Maka dari itu, masyarkat yang
menjadi tonggak perekonomian harus lebih di berdayakan dan, di intensifkan dalam
mendirikan usaha.
Masyarakat Ekonomi Asean memang ditujukan untuk masyarakat. Supaya
membenahi taraf hidup dalam pembangunan ekonomi suatu negara, di harapkan
dengan adanya Masyarakat Ekonomi Asean laju roda perekonomian suatu negara
dapat terangkat. Akan tetapi, terkadang masyarakat memang lebih cenderung pasif
dan menunggu kebijakan pemerintah, apalagi masyarakat yang pasif terkadang
tidak bekerja inilah yang menjadi beban pemerintah semakin hari tidak semakin berkurang
tetapi malah bertambah masalah pengganguran.
Sebagaimana mestinya masyarakat harus berfikir
kritis dan kreatif tidak menunggu program dari pemerintah, masyarakat
diharapkan cepat tanggap dan merespon permasalahan saat ini. Seperti dengan mendirikan
Usaha Kecil dan Menengah (UKM) karena UKM mempunyai peran yang strategis dan
dianggap sebagai strategi jitu dalam pembangunan ekonomi nasional, bukan hanya
menambah pendapatan masyarakat, tetapi penyerapan tenaga kerja juga berperan dalam
mengurangi pengganguran.
Apakah pengganguran di Negara Indonesia memang
benar-benar dapat di atasi? Karena bila melihat dari kaca mata awam lowongan
kerja yang ada memang tidak sebanding dengan populasi pendudukan Indonesia yang
sangat banyak sebesar 237 jiwa dan
sebanyak 12,8 juta jiwa penduduk Indonesia yang menggangur. Ketimpangan inilah
yang masih belum mendapatkan solusi pasti untuk memberantas pengganguran yang
ada di Indonesia, apalagi dengan datangnya MEA dapat menambah pengganguran
karena masyarakat yang kurang bisa bersaing dengan pasar global.
1.2
Data Perkembangan UMKM dan Usaha Besar tahun 2010-2011
Maka dari itulah UKM diharapkan
menjadi solusi untuk meningkatkan pendapatan dan mengurangi angka pengganguran.
Pada tahun 2011, UKM mampu menyerap tenaga kerja sebesar 101.722.458 orang atau
97,24 persen dari total penyerapan tenaga kerja yang ada, jumlah ini meningkat
sebesar 0,02 persen atau 2.182.700 orang dibandingkan tahun 2010.
Sekitar 99 persen dari jumlah unit
usaha di Indonesia berskala UMKM dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan
sebanyak sekitar 99,4 juta tenaga kerja. Sementara, usaha besar hanya menyerap
sekitar 2,8 juta pekerja di Indonesia.
Dengan berbagai spesifikasinya yang mudah, terutama modalnya yang kecil sampai tidak terlalu besar, dapat merubah produk dalam waktu yang tidak terlalau lama flexsibel dalam manajemennya yang relatif sederhana serta jumlahnya yang banyak dan tersebar di wilayah nusantara, menyebabkan UMKM memiliki daya tahan yang cukup tangguh terhadap berbagai gejolak ekonomi. Dan UMKM juga terbukti dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak di banding Usaha besar yang artinya dengan penyerapan tenaga kerja yang cukup banyak UMKM dapat membantu kesejahteraan perekonomian Indonesia.
Maka dari itu
UKM perlu mendapatkan perhatian yang besar baik dari pemerintah maupun
masyarakat agar dapat berkembang lebih kompetitif
bersama pelaku ekonomi.[8] Kebijakan
pemerintah kedepan perlu diupayakan lebih
intens bagi tumbuh dan berkembangnya UKM. Pemerintah perlu meningkatkan
peran dalam memberdayakan UKM disamping mengembangkan kemitraan usaha yang
saling menguntungkan antara pengusaha besar dengan pengusaha kecil, dan
meningkatkan kualitas SDM juga mengintegrasikan dengan era pasar bebas modern.
Hal ini merupakan salah satu bagian penting dari perekonomian suatu negara.
Kendati demikian UKM memang indsustri kecil. Akan
tetapi, bila banyak pendirian UKM yang didirikan di sektor desa atau perumahan ini
menjadi sumbangsih untuk mengurangi pengganguran terlebih dapat meningkatkan
PDB dari negara. Di dalam output sendiri PDB pun hanya 56,7 persen dan, dalam
ekspor nonmigas hanya 15 persen, namun UKM memberi kontribusi sekitar 99 persen
dalam jumlah badan usaha di Indonesia serta mempunyai andil 99,4 persen dalam
penyerapan tenaga kerja. Untuk itu, pemerintah harus memberikan bantuan serta
perlindungan hukum untuk para pelaku usaha industri di desa maupun rumahan yang
rata-rata merupakan usaha industri kecil menengah yang daya saingnya sangat
tinggi. Termasuk mengatasi berbagai kendala UKM yang selama ini terjadi, seperti
lemahnya permodalan, pemasaran, teknologi dan sumber daya manusia. Mengenai sumber dana program dan
bantuan untuk UKM tersebut, dapat dibiayai dari Dana Desa (DD) atau langsung
dari pemerintah. Disinilah pentingnya setiap desa dan kota mempunyai Badan
Usaha, karena melalui program badan usaha ini dapat dikelola secara produktif untuk
menggerakkan ekonomi demi meningkatkan kesejahteraan di kalangan masyarakat .[9]
Seharusnya kita berkaca di negeri paman sam
Amerika Serikat yang terkenal dengan negara "Supper Power” karena
indsutrinya. Di Amerika Serikat 99% dari bentuk bisnis adalah Usaha Kecil dan
Menengah, dan Usaha Kecil dan Menengah inilah yang menciptakan 75% dari
lapangan kerja baru yang tergolong ke dalam negara maju pasca industri, dan
merupakan negara termaju di dunia. Bahkan PDB pendapatan perkapita AS adalah
yang terbesar keenam di dunia pada 2010, perekonomian Amerika Serikat didorong
oleh ketersediaan sumber daya alam yang di olah dengan maksimal, infrastruktur
yang dikembangkan dengan baik, dan produktivitas yang tinggi. Meskipun negara
ini tergolong ke dalam negara pascaindustri, tetapi Amerika Serikat tetap menjadi
produsen terbesar di dunia dan menjadi yang terdepan dalam bidang ekonomi, sosial
budaya dan teknologi.
Apa
yang menyebabkan itu semua terjadi? Marjinalisasi usaha kecil dan menengah di
Indonesia memang bertolak belakang dengan terjadi di negara maju seperti
Amerika Serikat, disana perekonomian di tulangpungungi oleh sektor usaha kecil.
Dalam handbook for small bussines yang dikeluarkan oleh pemerintah Amerika
Serikat, terungkap bahwa sebanyak 98% dari semua bisnis di Amerika Serikat
adalah industri kecil, dimana 55% merupakan usaha perusahaan milik perorangan.
Sektor usaha kecil ternyata menyumbang 43% dari Gross National Product (GNP).
Kontribusi lainya yang paling penting adalah sumbangan
berupa inovasi dan penemuan-penemuan baru. Lebih dari 50% inovasi dan hasil
cipta industri berskala besar pada hakikatnya di hasilkan oleh usaha kecil.
Inovasi-inovasi dari hasil sektor industri kecil dapat di manfaat oleh sektor
pengusaha besar atau investor bermodal tinggi. Para investor ini biasanya
mengembangkan penemuan usaha kecil itu dalam skala produksi massal, dan si
penemu diberikan royalti atas penemuanya.
Komitmen Amerika Serikat dalam menggembangkan sektor
industri kecil dalam
pembentukan Small Businnes Administration (SBA) oleh pemerintah federal pada
tahun 1953 terbilang efektif. Tujuan tunggal SBA adalah menjadi pembantu dan
penggerak sektor usaha kecil di Amerika Serikat. Ada beberapa macam varian yang ditawarkan oleh badan ini, pertama
dibidang finansial berupa pemberian bantuan dana. Kedua, berupa procurentment
atau pemberian bantuan dalam memenuhi persyaratan perizinan dan ketentuan
administratif yang diperlukan untuk berdirinya suatu bisnis. Ketiga, di bidang
manajemen, baik secara langsung maupun melalui pelatihan-pelatihan. Keempat,
berupa advocacy atau pemberian bantuan hukum dalam mencari keadilan yang
berkaitan dengan bisnis.
Bila kita memang berkaca pada Negara Amerika seharusnya kita
dapat menggembangkan sistem pemberdayaan usaha kecil agar lebih maju, jelaslah
pemberdayaan usaha kecil dan menengah di Amerika Serikat berjalan lebih efektif
karena yang di back up oleh
pemerintah itu sendiri, tidak hanya persoalan dana, permodalan, tetapi juga
aspek manajemen, perizinan, bahkan sampai pemberian bantuan hukum seandainya
pelaku UKM menghadapi sengketa bisnis.
Andai saja pemerintah dapat memberikan kemudahan bantuan kepada
Usaha Kecil Menengah seperti di Amerika, mulai dari segi permodalan, modal
usaha peralatan serta perlengakapan, perizinan yang mempermudah agar usaha
dapat berdiri sendiri, pemberian pelatihan skill bagi para pekerja, ketrampilan
dan peningkatan mutu kualitas SDM dan pemberian pengawasan bagi para pekerja. Hingga,
bantuan hukum untuk melegalkan usaha kecil serta bantuan bila usaha tersebut
terkena sengketa.
Kesimpulan
Maka siapkah kita menghadapi MEA ? Siap atau tidak negara
kita harus menghadapinya, saat ini Indonesia memang telah memasuki tahapan
darurat mengahadapi Masyarakat Ekonomi Asean. Langkah progresif yang tepat
untuk mengahdapi MEA memang dapat di galakan oleh pemerintah terlebih lagi
masyarakat yang menjadi pelaku utama, pengembangan sistem Usaha Kecil Menengah dan
didorong dengan program-program pemerintah dirasa lebih efektif untuk mendukung
perekonomian mengahdapi pasar bebas.
Perlu di cermati negara-negara maju di dunia lebih
menekankan usaha bisnisnya kepada penggembangan industri kecil dan menengah
inilah yang menjadikan negara tersebut menguasai perekonomian. Inilah
kesempatan kita untuk menggembangkan produk Indonesia. Stop jangan pernah takut
akan MEA inilah peluang dan modal besar menggembangkan Indonesia di dunia
internasional
Kurangnya prepare
dan kendala SDM jangan di jadikan alasan untuk tidak mampu bersaing dengan
negara lain, bila kita tak berusaha, kita akan seperti macan yang tidur dan
kelaparan dinegeri sendiri karena dikuasai asing. Maka sampai kapankah kita mau
di dipimpin oleh negara asing? Sekaranglah saatnya untuk perekonomian Indonesia
bangkit. Maka kenapa harus takut dengan MEA, bersiaplah bangun Indonesia sebagi
macan Asia!
[1] Suarakarya.
2015. Menuju
Asean Economic Community 2015. Suarakarya, di
akses dari http://ditjenkpi.kemendag.go.id/website_kpi/Umum/Setditjen/Buku%20Menuju%20ASEAN%20ECONOMIC%20COMMUNITY%202015.pdf,
tertanggal 15 Maret Pukul 01.02 wib.
[2] Yush. 2011. Produk
makanan-minuman Malaysia membanjiri pasar Indonesia sejak berlakunya
kesepakatan ASEAN Trade in Goods Agreement, di akses dari http://www.indonesiamedia.com/2011/05/26/masyarakat-ekonomi-asean-berkah-atau-musibah/ ,
tertanggal 16 Maret 2015 pukul 21.15 wib
[3]Sofian,
Wanandi. 2012. Bidang yang menjadi
andalan Indonesia di akses dari http://galerimageti.blogspot.com/2013/08/menyongsong-masyarakat-ekonomi-asean.html,
tertanggal 16 Maret 2015 pukul 21.30 wib
[4]
Sagala, Arryanto. 2014. Workshop
Pendalaman Kebijakan Industri untuk Wartawan di Kuta, Bali, daya saing
indonesia masih lemah di ASEAN di
akses dari http://www.indonesiamedia.com/2014/03/14/daya-saing
indonesia-di-asean-masih-lemah/,
tertanggal 18 Maret 2015 Pukul 15:12 wib
[5] Widodo,
joko. 2015.Pemberian 1000 unit traktor kepada petani di subang, Jawa Barat. Detik.Com di akses Http://Www.Islamtoleran.Com/Beri-1-000-Traktor-Jokowi-Minta-Petani-Jabar-Tambah-Produksi-Beras-2-Juta-Ton/ Tanggal 22 Pukul 21:23 wib
[6]Doloksaribu
: 2013. Meningkatkan pelatihan sumber daya manusia di Indonesia menghadapi
MEA. Tubas media di akses dari http://www.tubasmedia.com/berita/tingkatkan-peran-balai-latihan-kerja/,tertanggal
24 Maret 2015 pukul 09:15 wib
[7] Krisna, murtibayu. 2014 Liputan6.com, produk-produk
indonesia sangat di gemari di filipina liputan6.com di akses dari http://bisnis.liputan6.com/read/2105295/donat-ri-makin-banyak-diminati-warga-filipina ,tertanggal 24 Maret 2015 Pukul 09:41 wib
http://dewiningrum2795.blogspot.com/2014/04/umkm-usaha-mikro-kecil-dan-menengah.html.tertanggal
,tertanggal 30 Maret Pukul 23:04 wib
[9] Marwan :2014 Liputan6.com, Jakarta meningkatkan
daya saing masyarakat lewat UKM dalam masyarakat. Liputan6.com diakses dari
http://bisnis.liputan6.com/read/2167246/hadapi-pasar-bebas-asean-ri-tingkatkan-daya-saing-desa,tertanggal 24 Maret pukul
23:30 wib
Autobiografi: Sejarah Singkat “Rhama Bintang”
Hai, perkenalkan namaku Ridwan Pratama Nur Hakiki (wiihhh... panjang banget kak
namanya, kayak kereta api :D *yaahh... setidaknya seperti itulah komentar
teman-temanku setiap kali aku perkenalan). Jika aku telusuri artinya; Ridwan itu malaikat penjaga syurga, tapi itu
arti yang familier, di balik nama Ridwan itu jika aku tanya ke ibuku terselip
gabungan nama kedua orang tuaku RID itu RinDu,
dan WAN itu Iwan,
iya.. itu nama panggilan kedua orang tuaku, Rindu dan Iwan jadilah Ridwan *Hihii
gak nyangka, mereka bisa-bisa aja ya mikir nama sampe kayak gitu. Kalo kata anak jaman sekarang sih alay :D .Namun lain lagi kalau kata ayahku ada
nabi yang tidak masuk dalam 25 nabi dan rosul itu nabi Ridwan namanya, nabi
yang lembut dan pengasih. Berharap sih Ridwan ini nanti jadi orang yang lembut
dan pengasuh #Eh pengasih maksudnya. Aamiin...
Next, lanjut ke kata yang kedua
yaitu Pratama so,
pasti bisa ditebak apa artinya? Yups... pratama? Aku anak pertama dari buah
hati Sujatmanto Setiawan dan Rindu Ika Sulastri. Nur itu artinya cahaya atau sinar, dan Hakiki itu benar atau yang sebenarnya, bisa
juga kekal/abadi; orang yang melaksanakan ajaran islam secara sempurna akan
mencapai kebahagiaan yang -- di dunia dan akhirat. So, Ridwan Pratama Nur Hakiki artinya adalah anak pertama dari buah
hubungan orang tuaku Rindu dan Iwan yang mempunyai jiwa yang lembut dan
pengasih yang akan menjadi penerang atau cahaya bagi keluarga atau orang
disekitarku yang bisa membimbing mereka ke jalan yang benar sehingga dapat
mencapai kebahagiaan yang sebenarnya dalam hidup yaitu bisa masuk surga. Aamiin (waahhhh... mulia banget kak namanya,
bagus. Berarti kakak harus bisa menjadi contoh yang baik. Baik dalam keluarga
maupun kehidupan bermasyarakat. “Iya, InsyaAllah :)” sehingga dapat menuntun
mereka dalam kebaikan dan menuju surga. Aamiin)
Lalu, tepat pada tengah petang
pukul 1 setempat aku dilahirkan tepat pada hari sabtu, 22 April 1994 di Ibu
kota negara, Jakarta. Ya, berarti umurku sekarang sudah menginjak kepala dua
(21 Tahun). Teman-temanku dirumah manggil aku Kiki tetapi kalau keluargaku
Haki, itu panggilan akrabku dalam keluarga “Hakiki”.
Tetapi aneh ketika aku menginjak umur 13 tahun saat aku duduk di bangku sekolah
menengah pertama dulu, nama panggilanku berubah menjadi Ridwan. Baik teman-temanku
maupun bapak ibu guruku mnggil aku dengan sebutan Ridwan. Tetapi, aku suka di
panggil Ridwan, terlihat kental sekali unsur islaminya, jadi jika bertemu
dengan orang yang berbeda agama dengan mendengar namaku saja mereka sudah tahu
kalau aku itu muslim yang artinya penjaga surga. Iya, penjaga surga. “Penjaga surga?” tunggu tunggu, kalau aku gali secara
implisit sih surga itu ibarat rumah dan penjaganya dalam rumah itu biasanya
hansip? Kalau bukan hansip ya satpam namanya? Iya juga ya... berarti aku ini
hansip donk.. satpam yang menjaga surga dari orang-orang jahat yang mau
menyelinap masuk di dalamnya. *hahaa... #Gubrakkk!!!
Iya, jadi si hansip ini #Eh
maksudnya Kiki ini pas waktu SMP dulu di panggil Ridwan. Namun semua itu
berubah ketika negara api menyerang #Eh maksudku SMA. Namaku berubah menjadi “Rhama Bintang” #Nahlo *Kok bisa kak?
Iya, jadi ceritanya dulu
pas waktu aku masih awal masuk sekolah di salah satu sekolah
swasta yang ada di kotaku, pas waktu MOS
(Masa Orientasi Siswa) id cardku
ku tulis “RAMA” namanya. Itu singkatan dari Ridwan Pratama. Awalnya sih pertama aku makek nama
itu serasa asing ditelinga bahkan aku masih ingat dulu pas ada temenku yang
manggil namaku dengan sebutan Rama, “Ram… Rama” aku biasa saja tidak ada respon
lupa kalo itu namaku sampe temen sebangkuku bilang, eh kamu di panggil tuh. Ah,
masak iya? Pas aku toleh iya. MasyaAllah… lupa kalo itu namaku :D. Sejak saat
itu aku mulai mengingat namaku dan mulai terbiasa dan karena aku suka sama yang
namanya bintang, akhirnya terciptalah nama “Rhama
Bintang” dalam akun Facebookku, Media jejaring
sosial pertama yang aku punya dan sejak saat itu saya terkenal dengan panggilan
Rama di SMA, Sampai-sampai kalo temen yang bukan satu kelas denganku mereka
tidak akan pernah tau siapa itu Ridwan Pratama Nur Hakiki? padahal itu nama
asliku. Mereka ngiranya ya Rhama Bintang itu sudah nama panggilan dan nama
lengkapku :D
2 tahun berkelana di dunia kerja,
kini saya kembali sekolah lagi di salah satu perguruan tinggi negeri di kota
malang. masa yang dulunya dibuat bersenang-senang dan bermain kini sudah mulai
dibuat untuk berfikir kedepan, memulai untuk menata kehidupan yang jauh lebih
baik lagi dan berguna untuk orang lain. memaknai setiap kejadian dalam hidup
dan menjadikannya kekuatan untuk selalu dekat denganNya. Sabar, berlapang dada,
dan selalu bersyukur atas segala nikmatNya. Aku rasa hari ini aku mulai berlari
mengejar teman-temanku. 2 tahun waktu yang kubuang percuma ingin aku tebus
dengan sebuah keberhasilan. "kerja
keras dan pencapaian yang maksimal." Ya,
mimpi! Aku punya mimpi. setidaknya hal itulah yang selalu membuatku semangat
dalam berlari. walau aku tahu ini tak mudah jika kita bersungguh-sungguh pasti
bisa.
Terimakasih untuk ibuku, yang
selalu suport dan percaya padaku, terimakasih juga untuk ayahku yang selalu
membimbingku untuk selalu berbuat pada kebaikan dan pantang menyerah, juga adik-adikku yang selalu
kusayang dan kucintai. Do'akan aku yang terbaik, semoga dapat berguna bagi
keluarga dan masyarakat kelak. sehingga dapat membanggakan dan mengangkat
derajat keluarga kita. Aamiin....
Dan hal penutup yang ingin aku
bagikan dalam tulisan ini adalah "Allah
dulu, Allah lagi, Allah terus". Tulisan yang
aku dapat dari teman kuliahku, walau hanya 3 kata tapi sangat dalam maknanya.
Semoga tertanam dalam betul dalam hati kita sehingga setiap urusan yang ada di
dunia dan akhirat selalu di mudahkan olehNya.
Salam sukses mulia!!!











