Sahabat pena mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah

  • CONTOH SURAT MOU MEDIA PARTNER

    Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk para pembacanya.. jangan lupa tinggalkan jejak (komentar/follow) selamat membaca :)

  • METODE PEMBELAJARAN TUTORIAL

    Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk para pembacanya.. jangan lupa tinggalkan jejak (komentar/follow) selamat membaca :)

  • PROBLEMATIKA PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH DAN PEMBANGUNAN

    Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk para pembacanya.. jangan lupa tinggalkan jejak (komentar/follow) selamat membaca :)

  • CONTOH INSTRUMEN IDENTIFIKASI KEBUTUHAN

    Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk para pembacanya.. jangan lupa tinggalkan jejak (komentar/follow) selamat membaca :)

  • CONTOH LAPORAN KPL DI UPT PELATIHAN KERJA PASURUAN

    Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk para pembacanya.. jangan lupa tinggalkan jejak (komentar/follow) selamat membaca :)

MAKALAH: METODE PEMBELAJARAN TUTORIAL





BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar belakang
Tujuan pembelajaran bukanlah penguasaan materi pelajaran, akan tetapi  proses untuk mengubah tingkah laku siswa sesuai dengan tujuan yang akan dicapai (Sanjaya 2008: 215). Pencapaian tujuan pembelajran merupakan out put/ out come dari sistem yang berjalan. Dalam sebuah sistem tentu ada input-proses-output. Pemebalajaran berada pada posisi tengah yaitu pada proses. Keberlangsunngan proses sangat dipengaruhi oleh input yang masukan. Sehingga out put sesuai dengan apa yang diharapkan. Proses akan berjalan lancar apabila didukung dengan pengetahuan dan komponen-komponen yang memadai. Banyak pengajar yang dalam melaksanakan belajar mengajarnya tidak bisa mencapai tujuan/kompetensi yang ditentukan.
Penyebabnya adalah pemebelajaran tidak sesuai dengan karakteristik peserta didik. Peserta didik inginnya “begini pendidik melakukan begitu”tidak ada sinergitas antara pendidik dan peserta didik. Karakteristik siswa merupakan salah satu faktor penyebab efektif dan tidaknya pembelajaran. Dalam pembelajaran kita mengenal istilah metode pembelajaran. Metode pembelajaran tutorial itulah yang menjadi fokus pembahasan dalam makalah ini. Karena itu merupakan komponen yang sangat mendukung untuk memahami karakteristik peserta didik demi tercapainya tujuan pembelajaran. Proses pembelajaran akan berjalan efektif jika pendidik  paham dan mengetahui dan memahami metode pembelajaran terutama metode pemebalajaran tutorial. Metode pembelajarn tutorial ini merupakan salah satu metode yang akan digunakan dan mendukung terhadap  pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan kompetensi dan karakteristik peserta didik. Kami berharap pembahasan ini akan bermanfaat bagi kelompok kami khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.





B.     Rumusan masalah
Dari uraian di atas dapat kami rumuskan permasalahan yang akan menjadi pembahasan dalam makalah ini diantaranya.
1.      Pengertian Metode Pembelajaran
2.      Bagaimana  Metode Pembelajaran Tutorial
3.      Apasaja ciri-ciri Metode Pembelajaran Tutorial.
4.      ImplementasiMetode Tutorial dalamPembelajaran Non Formal

C.     Tujuan
Tujuan pembahasan dalam makalah ini yaitu.
1.      Untuk mengetahui arti dari Metode Pembelajaran.
2.      Untuk mengetahui defini metode pembelajarn tutorial.
3.      Untuk mengetahui ciri-ciri dan langkah-langkah metode pembelajarn tutorial.
4.      UntukmengetahuiImplementasiMetode Tutorial dalamPembelajaran Non Formal





BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengetian Metode Pembelajaran
Secara umum metode diartikan sebagai cara melakukan sesuatu. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, metode adalah cara kerja yang bersistem unutk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentuakan. metode juga diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mewujudkan atau mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal. Menurut purwadarminta (siti asmah, 2005:43) metode adalah cara yang telah teratur dan terfikir baik-baik unutk mencapai suatu maksud. Dengan demikian dalam menyampaikan suatu bahan belajar kita harus memilih dan menentukan suatu metode yang tepat agar pesan atau bahan belajar yang hendak kita sampaikan dapat mencapai tujuan dan sasaran secara efektif dan efisien.
Pembelajaran diartikan sebagai serangkaian upaya yang dilakukan pendidik untuk membantu peserta didik belajar (Moedzakir, 2010:78). Dari sisni jelas tugas pendidik sebenarnya hanya membantu atau menggiring peserta didik untuk betul-betul melakukan kegiatan belajar atas dasar kemauan dan kesadaran diri. Menurut direktorat pendidikan masyrakat (depdikbud) pembelajaran adalah mmebuat seseorang mau dan gemar belajar terus-menerus dan gemar sepanjang hayatnya serta mampu menerapkan apa yang diperolehnya melalui belajar ke dalam kehidupannya dan unutk sumber penghidupannya (Siti Asmah, 2005)
Metode pembelajaran secara khusus dapat diartikan sebagai cara atau pola yang khas dalam memanfaatkan berbagai prinsip dasar pendidikan serta  berbagai teknik dan sumberdaya terkait lainnya agar terjadi proses  pembelajaran pada diri pembelajaran (Saripun, 2015). (Gintings, Abdorrakhman. 2008:42) Metode pembelajaran didefinisikan sebagai cara yang digunakan guru, sehingga dalam menjalankan fungsinya, metode merupakan alat untuk mencapai tujuan pembelajaran. Jadi, Metode pembelajaran adalah suatu cara yang dilakukan pendidik untuk mencapai tujuan pembelajaran.

B.     Pengertian Metode Tutorials
Menurut kamus besar bahasa indonesia (KBBI), tutorial adalah pembimbingan kelas oleh seorang pengajar (tutor) untuk seorang peserta didik. Metode tutorial adalah metode pembelajaran dengan mana seorang pendidik memberikan bimbingan belajar kepada peserta didik secara individual.
Keunggulan metode tutorial adalah, peserta didik memperoleh pelayanan  pembelajaran secara individual sehingga permasalahan spesifik yang dihadapinya dapat dilayani secara spesifik pula, seorang peserta didik dapat  belajar dengan kecepatan yang sesuai dengan kemampuannya tanpa harus dipengaruhi oleh kecepatan belajar peserta didik yang lain. Sedangkan kelemahannya adalah, memerlukan waktu yang lama karena guru harus melayani peserta didik dalam jumlah banyak, memerlukan kesabaran dan keluasan pemahaman guru tentang materi yang dipelajari siswa.

C.     Ciri-ciri Metode Pemebelajaran Tutotrial
Suhito (1984: 64) menjelaskan bahwa dalam model pembelajaran tutorial terdapat ciri-ciri yang menjadi kekhasan dari model pembelajaran tutorial. Ciri-ciri itu antara lain sebagai berikut:

1.      Tujuan pengajaran dari metode pembelajaran tutorial adalah memeberikan kesempatan pada setiap peserta didik untuk mengembangkan kemamapuan mememcahkan masalah secara rasional, mengembangkan sikap sosial dan semangat gotong royong dalam kehidupan, mendinamiskan kegiatan kelompok dalam belajar sehingga tiap anggota merasa dirinya sebagai bagian kelompok yang bertanggungjawab, mengembangkan kemamampuan kepemimipinanan keterampilan pada setiap anggota kelompok dalam pemecahan masalah kelompok.
2.      Peserta didik dalam pembelajaran ini memiliki ciri-ciri:
a.       Setiap peserta didik merasa sadar diri memiliki anggota kelompok
b.      Setiap peserta didik sadar diri memiliki tujuan bersama berupa tujuan kelompok
c.       Memiliki rasa saling membutuhkan dan tergantung
d.      Interaksi dan komunikasi antar anggota
e.       Ada tindakan bersama sebagai perwujudan tanggung jawab kelompok
3.      Pendidik berperan dalam pembentukan kelompok, perencanaan tugas kelompok, pelaksanaan, dan tahap evaluasi hasil belajar kelompok. Dalam tahap pembentukan kelompok dipertimbangkan antara lain tujuan yang akan diperoleh peserta didik dalam kelompok (latihan gotong royong, peningkatan kecepatan dan ketepatan kerja, dan lain-lain), latar belakang pengalaman peserta didik/pusat perhatian peserta didik. Dalam tahap perencanaan tugas kelompok, pendidik memperhatikan jenis tugas yang akan diberikan apakah tugas paralel ataukah tugas komplementer. Tugas paralel artinya semua kelompok mendapat tugas yang sama, tugas komplementer artinya kelompok saling melengkapi pemecahan masalah. Dalam tahap pelaksanaan mengajar guru berperan antara lain pemberi informasi umum tentang proses belajar kelompok, guru sebagai fasilitator pembimbing dan pengendali ketertiban kelompok.

D.    ImplementasiMetode Tutorial dalamPembelajaran Non Formal
Metodetutorial ini diberikan dengan bantuan tutor. Setelah wargabelajar diberikan bahan ajar, kemudian wargabelajar diminta untuk mempelajari bahan ajar tersebut. Pada bagian yang dirasakan sulit, wargabelajar dapat bertanya pada tutor.Metode ini sangat cocok diterapkan dalam model pembelajaran mandiri seperti pada pembelajaran jarak jauh di mana siswa terlebih dahulu diberi modul untuk dipelajari. Contohnya adalah dalam belajar dan mengajar untuk  Universitas Terbuka. (2) Kursus Mengemudi. (3) Hafalan surat-surat pendek dalam TPQ




BAB III
PENUTUP


A.    Simpulan
Berdasarkan uraian di atas dapat kami simpulkan, bahwa untuk dapat melaksanakan tugasnya secara profesional sebagai seorang pendidik yakni melaksanakan pembelajaran sesusai dengan kompetensi dan karakteristik siswa, seorang pendidik dituntut dapat memahami dan memliki keterampilan yang memadai dalam mengembangka metode. Terutama metode pembelajaran tutorial yang akan dipakai dalam pembelajaran kelas sehingga menghasilkan pembelajaran yang efektif, kreatif dan menyenangkan.

B.     Saran
Saran kami kepada pendidik agar lebih mengutamakan metode tutorial yang sesuaidenganbahan ajar, penyesuaian tutorial padaanakakanmenjadisalahsatuindikatoruntukkeberhasilan tutor dalammembelajarkan,karenaapa yang akan dipakai kepada peserta didikadalah subjek pendidikan. Agar nantinya tujuan dari pembelajaran itu dapat tercapai.




BAB IV
DAFATAR PUSTAKA

Asmah, Siti. 2005. Metode Dan Teknik Pembelajaran Orang Dewasa. Malang: Elang Mas
Gintings, Abdurarakhman. 2008. Belajar Dan Pemebelajaran. Bandung: Humaniora.
KBBI. 2016. Tutorial. Versi1.9.  (Online) (http://kbbi.web.id/tutorial) 14 Februari 2016
Moedzakir, Djauzi. 2010. Metode Pembelajaran Program-Program Pendidikan Luar Sekolah. Malang: Um Press
Saripun, Wahyu. 2015. Metode pembelajaran. (Online) (http://www.academia.edu/7394541/Makalah_METODE_PEMBELAJARAN) 13 Februari 2016
Wina, Sanjaya. 2010. Kurikulum Dan Pemebelajaran. Jakarta: Kencana prenada Media Group.
Share:

LAPORAN OBSERVASI: HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM (HMI)



Pada kesempatan kali ini tepatnya pada hari minggu, 31 Januari 2015 kami melakukan wawancara langsung dengan ketua umum HMI yang ada dikampus UM ini, kebetulan komisariat yang kita kunjungi adalah dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UM di jalan sumbersari. Beliau bernama Muhammad Syukur dari Jurusan Fisika tahun 2012.
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) adalah salah satu organisasi kemahasiswaan ekstra universitas yang tertua di Indonesia dimana orientasi kegiatanya terfokus pada terbinanya insan akademis, pencipta,pengabdi yang bernafaskan islam dan bertanggung jawab terhadap terwujudnya masyarakat adil dan makmur yang diridhoi Allah swt.Sekilas mengenai sejarah HMI lahir di Jogyakarta pada tanggal 13Rabiul Awal 1336 Hijriah bertepatan dengan tanggal 05 Februari 1947 Masehi, pendirinya adalah Lafran Pane (Guru Besar UII jogjakarta). Tujuan di dirikan HMI ini adalah terbinanya Insan Akademik, Pencipta, Pengabdi yang bernafaskan Islam Dan bertanggung Jawab atas terwujudnya masyarakat Adil dan Makmur yang diridhoi oleh Allah swt. Misi dalam HMI ini adalah Membina pribadi mehsiswa muslim untuk mancapai akhlakul karimah, Mengembangkan potensi kretif, keilmuan, sosial dan budaya, Memajukan kehidupan umat islam daklam beragama, berkepribadian bermasyarakat dan bernegara.
Adapun pengurus dari HMI ini terbagi dari beberapa bagian dari yang pertama adalah Pengurus Besar (PB) tingkatannya adalah nasional, kemudian sampai turun ke jenjang yang paling bawah adalah tingkat Perguruan Tinggi (PT) yang terdapat dalam Universitas-unviversitas yang ada di seluruh indonesia. Tokoh HMI yang malang melintang di dunia politik seperti yang kita ketahui ada Jusuf kalla (wakil presiden RI sekarang ini), Akbar Tanjung (Mantan MPR/DPR RI), Anas Urbaningrum (Mantan Ketum Demokrat), dll. Adapun keanggotaan dalam HMI adalah (1) Anggota Muda; anggota HMI yang masih dalam tahap pengenalan, (2) Anggota Biasa; Anggota HMI yang sudah lulus diklat, (3) Anggota Alumni; anggota HMI yang sudah lulus S1 dua tahun, (4) Anggota Kehormatan; anggota HMI yang memiliki kontribusi banyak dan berpengaruh di HMI.
Komisariat HMI FMIPA UM memiliki struktur organisasi seperti Ketua, Bendahara Umum, Sekertaris Umum, dan Kepala Bidang dari Divisi Internal; P3A, KPP, PP. Kepala Bidang Divisi Eksternal; PTKP. Keanggotaannya mulai dari angkatan 2015-2011 kurang lebih ada 350 mahasiswa. Adapun program kerja dan agenda rutin yang ada dalam HMI diantaranya latihan dasar kepemimpinan (LDK) yaitu pengkaderan anggota HMI, Kajian-kajian; keislaman, keorganisasian, intelektual, dan kebangsaan, Seminar Kewirausahaan. Hambatan atau permasalahan yang terjadi dalam HMI biasanya saat ada pertemuan yang hadir kadang sedikit, kurangnya penyampaian informasi yang menyeluruh. Dalam kajian mahasiswa yang mengikuti kajian sedikit. Dampak sosialpun kadang teman-teman yang mempunyai golongan dengan yang netral biasaanya ada kesenjangan, mereka menganggap HMI adalah organisasi yang tidak baik atau bertentangan dengan paham yang mereka percayai sebelumnya. Namun baik secara kualitas maupun kuantitas, tahun demi tahun HMI memperlihatkan perkembanganya, jumlah seluruh cabang HMI tersebar ke seluruh pelosok nusantara yaitu sebanyak 105 cabang.
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan manusia menyeluruh kepada ma’ruf mencegah kepada munkar dan beriman kepada Allah (Q.S Ali Imran 3:110)
Gambar 1: Foto Kelompok V Observasi

Share:

RANCANGAN PROGRAM DALAM MENGATASI MASALAH SAMPAH DI JEMBATAN MUHARTO KECAMATAN KEDUNGKANDANG KOTA MALANG



A.    DESKRIPSI MASALAH
Gambar 1: Foto Jembatan Muharto diambil dari Bawah
Bukan rahasia umum lagi, jembatan muharto yang menghubungkan kawasan Muharto dari belahan Sungai Brantas menuju kearah Kebalen hingga pasar besar ataupun sebaliknya menjadi tempat pembuangan sampah bagi masyarakat yang melintasi jembatan tersebut. Para pembuang sampah yang membuang sampahnya di jembatan muharto terkadang mereka menaiki sepeda motor dan secara cepat membuang sampah di sisi kiri ataupun kanan saat melintasi jembatan. Beberapa kali melalui pemerintah Kota Malang berusaha melarang aksi tegah ini dengan memasang papan denda maksimal bagi pelakunya namun sepertinya belum ada satupun yang pernah ditangkap hanya gara-gara membuang sampah sembarangan di kawasan jembatan muharto tersebut.

Tidak hanya itu sampah yang dibuang sembarangan oleh masyarakatpun menimbulkan pemandangan yang kurang enak dipandang disekitar bahu jalan dan bawah jembatan belum lagi bau sampah yang tidak sedap saat melintasi jembatan tersebut. Volume sampah banyak ketika pagi antara pukul 06.00 – 07.00 WIB dan malam antara pukul 20.00 – 22.00 WIB. Hal itu terjadi karena di muharto tersebut posisinya dekat sekali dengan pasar alhasil banyak pedagang yang berangkat ataupun pulang membuang sampahnya di jembatan tersebut. Dinas Kebersihan dan Pertamanan atau biasa disebut DKP/Pasukan Kuning hampir setiap pagi membersihkan sampah tersebut namun karena banyaknya sampah dan kurangnya tenaga kerja dalam kebersihan sampah akhirnya sampah tersebut hanya bisa dibersihkan sebagian saja, sisanya kadang malah petugas kebersihan membuang sampahnya langsung ke kali Brantas. Masalah ini masih saja terus terjadi hingga sekarang. Perlu adanya sikap yang tegas baik dari pemerintah ataupun tokoh masyarakat yang ada di daerah muharto, pengawasan yang ketat oleh aparat agar masyarakat tidak membuang sampah di jembatan muharto, bila perlu ada penangkapan untuk oknum yang membuang sampah sembarangan di jembatan muharto dan diberi denda maksimal agar jera dan takut lagi bila ingin membuang sampah di jembatan muharto.

B.     IDENTIFIKASI MASALAH
Jalan Muharto RT 13 RW 04 kecamatan Kedungkandang Kota Malang adalah tempat penulis mencari sumber informasi mengenai “apa sih sebenarnya masalah yang terjadi pada pembuangan sampah sembarangan oleh masyarakat sekitar muharto?”. Menurut penulis masalah ini pun sudah menjadi hal yang turun temurun, karena mulai kakak tingkat penulis hingga sekarang masih saja belum terselesaikan. Banyak faktor yang membuat semuanya tidak berjalan sesuai harapan. Saat harapan dan kenyataan terjadi kesenjangan maka disitulah sebenarnya terjadi letak permasalahannya dan disinilah penulis sebagai penerus generasi muda dari yang pernah menangani masalah sampah di jembatan muharto sebelumnya ingin secara langsung bertindak nyata dan secara maksimal mengatasi masalah pembuangan sampah sembarangan dijalan muharto tersebut agar terciptanya lingkungan yang indah, bersih dari sampah.
Masalah pertama terjadi karena kehidupan sosial disekitar kawasan jembatan muharto dan sekitarnya adalah mayoritas penduduk di komplek tersebut adalah orang Madura. Merubah mainset orang Madura tidaklah semudah seperti membalikkan tangan. Perlu dengan kesabaran dan pemahaman yang tinggi dari dampak yang terjadi bila membuang sampah di jembatan muharto dan sungai brantas. Karena rata-rata mayoritas pendidikan mereka adalah tamatan SD, SMP, dan SMA hanya sebagian kecil dari komplek sana yang ingin menjadi sarjana. Kemudian pekerjaan merekapun rata-rata pedagang dan tukang parkir jadi wajar bila soal kepedulian terhadap lingkungan masih kurang. Kemudian yang kedua adalah tidak ada wadah untuk tempat pembuangan sampah, dulu pernah ada TPS di Kebalen tetapi karena hujan dan menimbulkan bau yang tidak sedap karena posisi TPS dengan rumah warga adalah turunan jadi air hujan yang dari tempat sampah mengalir kebawah dan akhirnya TPS tersebut sudah tidak lagi digunakan dan dijadikan lapak buat pedagang pasar berjualan. Dan yang ketiga adalah kurangnya sosialisasi dan koordinasi antar pihak terkait dengan warga sekitar jalan muharto. Masalah ini menjadi kepentingan bersama, bila ingin mencari solusi maka semua pihak harus saling membantu dan berkoordinasi guna terciptanya lingkungan yang indah dan bersih tanpa sampah dan bila ada orang yang membuang sampah sembarangan di jembatan dan sungai brantas maka harus diberi tindakan yang tegas berupa penangkapan dan denda hukuman.

C.    RUMUSAN/TUJUAN
Berdasarkan uraian dari identifikasi masalah, rumusan/tujuan dapat diuraikan sebagai berikut.
1.    Meminimalisir pembuangan sampah sembarangan di jembatan muharto dan sungai brantas.
2.    Merumuskan langkah strategis untuk mencari solusi mengenai pembuangan sampah sembarangan di jembatan muharto dan sungai brantas.

D.    KELUARAN/HASIL
Berdasarkan uraian dari rumusan/tujuan, keluaran/hasil dapat diuraikan sebagai berikut, yaitu menciptakan lingkungan asri di jembatan muharto dan sungai brantas bersih dari sampah.

E.     RANCANGAN BERBAGAI PROGRAM
1.      Perlunya Petugas Sampah dari Tiap RT
Bapak asmad selaku penanggung jawab dari kampung muharto di RT 13 RW 04 mengeluhkan karena tidak adanya petugas sampah di tiap RT ataupun RW yang mau mengambil sampah dari tiap-tiap rumah warga. Perlu adanya kesadaran warga bahwa menanggulangi pembuangan sampah sembarangan sejak dini adalah penting, toh nanti mereka yang mau bertugas menjadi tukang sampah akan dibayar oleh bapak asmad dari uang iuran sampah dari tiap-tiap rumah.
2.      Perlunya Papan Informasi Mengenai Dilarangannya Membuang Sampah Di Sungai Brantas dan Denda Di Tiap Tempat yang Sering Digunakan Untuk Tempat Pembuangan Sampah
Tidak bisa dipungkiri bahwasanya tindakan tegas dari segenap aparat atau tokoh masyarakat setempat bisa menjadi solusi agar warga takut dan jera untuk membuang sampah sembarangan. Mulanya, karena bukan hanya di jembatan muharto saja tetapi juga disungai dibelakang rumah warga menjadi tempat pembuangan sampah harus diberi papan informasi mengenai dilarang membuang sampah di sungai juga denda yang harus dibayar bila ketahuan ada oknum yang membuang sampah disungai.
3.      Membuat Bak Sampah Kontainer/TPS
Kurang lengkap rasanya bila papan informasi mengenai larangan membuang sampah sudah dipasang tetapi belum adanya sarana bak sampah kontainer/TPS di kawasan jalan muharto. Maka perlu adanya gencaran sosialisasi mengenai dibutuhkannya tempat pembuangan sampah di daerah muharto. Baik dari tokoh masyarakat ataupun warga setempat.
4.      Pemantauan Berkala dan Sanksi Tegas
Setelah papan informasi dan bak sampah kontainer/TPS sudah ada ini adalah langkah terakhir yaitu pemantauan berkala dan sanksi tegas bila masih ada oknum yang membuang sampah sembarangan di jembatan muharto dan sungai brantas. Di hari, minggu, ataupun bulan pertama kita bisa menugaskan petugas kebersihan, satpol PP, ataupun tokoh masyarakat untuk memantau berkala hingga kondisi aman bebas dari sampah biarkan tulisan larangan yang berkerja.
Share:

Postingan Populer

Labels

Halaman Diunggulkan

LULUSAN PLS PENGANGGURAN? MITOS ATAU FAKTA

LULUSAN PLS PENGANGGURAN? MITOS ATAU FAKTA Tingginya tingkat pengangguran yang dialami oleh para lulusan perguruan tinggi me...